Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jambi menekankan pentingnya sektor perkebunan, khususnya kelapa dan kelapa sawit, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Kepala Kanwil DJPb, Adnan Wimbyarto, mengungkapkan bahwa Jambi memiliki potensi besar dalam sektor ini, yang harus didukung dengan peningkatan produktivitas, kualitas SDM, dan teknologi.
Adnan menekankan bahwa untuk memperkuat kontribusi ekonomi, pengembangan sektor perkebunan perlu dilakukan tidak hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga dengan memperbesar nilai tambah melalui industri hilir dan perbaikan rantai distribusi. Perbedaan harga antara daerah produksi dan kota menunjukkan perlunya penguatan konektivitas dalam rantai pasok.
Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan kelompok tani untuk mengoptimalkan pengembangan perkebunan. Salah satu fokus yang dikaji adalah industri turunan kelapa, termasuk pemanfaatan sabut kelapa, agar dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Jambi, Agus Pirngadi, menambahkan bahwa sektor perkebunan berperan penting dalam ekonomi masyarakat. Dengan luas lahan kelapa mencapai 58 ribu hektare dan produksi tahunan sekitar 51 ribu ton, serta perkebunan kelapa sawit yang mencapai 1.135.357 hektare, Jambi memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Komentar 0