Perum Bulog kini menerapkan formula pencampuran stok beras 2-3-4 untuk menjaga mutu beras dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kebijakan ini menggantikan metode pengeluaran stok sebelumnya yang menggunakan prinsip first in first out (FIFO). Dengan formula baru ini, Bulog mencampurkan dua bagian beras dari stok lama, tiga bagian beras dengan masa simpan enam bulan, dan empat bagian beras yang lebih baru.
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat, terutama untuk beras bantuan pangan dan beras medium.
Komentar 0