Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun mencapai 5,48 persen, level tertinggi sejak 2004, yang memicu aksi jual obligasi global. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi dan tekanan pada pasar obligasi di negara-negara besar, termasuk Jerman dan Jepang. Analis menilai bahwa lonjakan yield dapat menyebabkan pelarian modal asing dari negara berkembang, termasuk Indonesia, meskipun tidak secara otomatis memicu eksodus total.
Indonesia masih memiliki fundamental yang kuat, seperti cadangan devisa dan surplus perdagangan, yang dapat menahan dampak negatif. Namun, investor perlu memperhatikan kombinasi yield dari AS, Jepang, dan harga minyak dalam menentukan arus modal ke emerging market.
Komentar 0