Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9/2026), dengan posisi mencapai Rp17.970/US$. Ini melanjutkan tren penurunan yang terjadi sebelumnya, di mana rupiah terdepresiasi 0,48% pada Senin (28/9/2026). Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
BI kini mengurangi intervensi melalui pasar spot dan lebih fokus pada instrumen DNDF dan NDF untuk meredam tekanan tanpa membebani cadangan devisa. Selain itu, perlu penguatan ekspor dan peningkatan investasi untuk memperbesar pasokan valuta asing di dalam negeri.
Komentar 0