Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memproyeksikan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya satu kali lagi pada triwulan IV 2026. Kenaikan terbaru sebesar 25 basis poin telah dilakukan, sehingga suku bunga saat ini berada di kisaran 3,75-4,00 persen. Destry menjelaskan bahwa penguatan dolar AS akibat kenaikan suku bunga ini berdampak pada aliran modal di negara berkembang, yang kembali beralih ke negara maju.
Selain itu, inflasi global yang mencapai 4,6 persen, didorong oleh kenaikan harga komoditas energi, juga menjadi faktor penting. Meskipun prospek ekonomi global di 2026 diprediksi menghadapi tantangan, perbaikan diharapkan terjadi pada 2027. BI berkomitmen untuk menjaga kebijakan moneter demi stabilitas eksternal dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Komentar 0