Festival Pertengahan Musim Gugur di China menjadi momen penting bagi mahasiswa internasional, termasuk Indonesia, untuk merayakan kebersamaan dan kerinduan terhadap keluarga. Beatrice Faustina Jesslyn, seorang pelajar Indonesia, berbagi pengalaman menyanyikan lagu Mandarin bersama teman-teman dari berbagai negara dan merasakan kehangatan saat merayakan festival tersebut. Festival ini, yang berakar dari tradisi pemujaan Bulan, menekankan pentingnya kebersamaan dan ikatan keluarga, mirip dengan tradisi mudik saat Idul Fitri di Indonesia.
Jesslyn dan Timothy Joseph Hutagaol, mahasiswa doktoral asal Indonesia, menemukan kesamaan nilai antara kedua festival, yaitu kerinduan dan harapan akan kebersamaan. Festival ini melampaui batas budaya, mengingatkan semua orang akan pentingnya keluarga dan kedamaian.
Komentar 0