Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak lagi mempercayai negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) setelah serangkaian serangan dan sanksi. Iran kini menunggu tanggapan atas usulan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari. Pezeshkian menyebut AS sebagai pihak agresor dan menolak tanggung jawab atas pemblokiran Selat Hormuz, menyatakan bahwa penutupan tersebut adalah respons wajar terhadap tindakan AS.
Dia juga menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog dan kerja sama antarnegara di kawasan, serta menuduh AS dan Israel berupaya mengadu domba negara-negara Islam.
Komentar 0