Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mendesak PBB untuk bertransformasi agar lebih representatif dan lincah dalam menghadapi tantangan global. Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB ke-81, ia menekankan bahwa sistem multilateral harus diperkuat, bukan dikurangi, untuk menjawab kelemahan yang ada. Sugiono menegaskan pentingnya PBB sebagai wadah penyelesaian konflik dan pengaturan kerjasama antarnegara, namun perubahan mendesak diperlukan agar PBB dapat beradaptasi dengan perkembangan dunia.
Sugiono juga menyoroti perlunya penguatan arsitektur keuangan internasional agar negara berkembang mendapatkan ruang lebih besar dalam menentukan prioritas pembangunan. Ia mengingatkan bahwa penguatan institusi harus disertai dengan penegakan hukum internasional dan penghormatan terhadap kedaulatan negara. Dalam konteks ini, ia mengaitkan isu Palestina sebagai ujian bagi prinsip-prinsip sistem multilateral dan komitmen dunia terhadap keadilan.
Komentar 0