Pakar proyeksi harga BBM nonsubsidi, Yayan Satyakti dari Universitas Padjadjaran, memperkirakan harga akan naik 5–11 persen pada Oktober 2026. Kenaikan ini didasarkan pada rata-rata harga pasar dari 25 Agustus hingga 25 September, di mana harga bensin olahan di Singapura meningkat sekitar 14 persen. Rincian harga baru mencakup Pertamax Green 95 yang diperkirakan naik menjadi Rp21.200 per liter dan Pertamax Turbo menjadi Rp21.450 per liter.
Yayan menyarankan agar pemerintah mengumumkan kenaikan harga dengan transparan dan melakukan penyesuaian harga secara berkala untuk menghindari lonjakan besar. Kementerian ESDM juga memproyeksikan harga minyak mentah Indonesia tetap tinggi, berkisar antara 83–87 dolar AS per barel, yang dipengaruhi oleh kendala pasokan di Selat Hormuz.
Komentar 0