Pada pekan ini, mata uang Asia menunjukkan pergerakan yang beragam terhadap dolar AS. Dolar AS menguat dan berada di level tinggi, dengan lima dari sepuluh mata uang Asia mengalami penguatan. Won Korea mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 2,3%, diikuti peso Filipina dan ringgit Malaysia.
Sebaliknya, rupiah menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,85% ke posisi Rp17.880 per dolar AS. Tekanan pada mata uang Asia dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Federal Reserve, serta data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan. Kenaikan harga minyak juga menambah kekhawatiran inflasi di pasar.
Komentar 0