Para pemimpin militer dari Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye mengadakan pertemuan di Riyadh pada 25 September untuk membahas situasi keamanan dan memperkuat kerja sama pertahanan. Dalam pertemuan ini, mereka meninjau ancaman yang dihadapi Arab Saudi, termasuk serangan terhadap Kota Makkah dan infrastruktur sipil. Fokus utama diskusi adalah peningkatan kerja sama intelijen, koordinasi militer, dan integrasi kapabilitas untuk memperkuat pertahanan kolektif.
Pertemuan ini juga menegaskan komitmen terhadap keamanan dan kedaulatan wilayah Arab Saudi, terutama di tengah ketegangan dengan kelompok Houthi Yaman yang melancarkan serangan balasan. Pada 7 Agustus, ketiga negara telah menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah, yang menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu pihak akan dianggap sebagai serangan terhadap semua pihak.
Komentar 0