Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa Iran telah mengajukan kesepakatan kepada AS untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari, dengan syarat tertentu yang tercantum dalam nota kesepahaman (MOU) yang ditandatangani pada bulan Juni. Araghchi menegaskan bahwa keputusan ada di tangan AS dan bahwa semua persiapan telah dilakukan jika ada itikad baik dari pihak AS. Sementara itu, pejabat AS menyatakan bahwa mereka berada dalam posisi yang kuat terkait kontrol Selat Hormuz dan tidak terburu-buru.
Ketegangan meningkat setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran, yang memicu Iran untuk menyerang basis AS dan sekutunya di Teluk serta menutup Selat Hormuz, menyebabkan fluktuasi harga energi yang signifikan. Selain itu, serangan Houthi yang didukung Iran di Laut Merah juga menambah kompleksitas situasi ini, dengan dampak yang mungkin lebih luas bagi keamanan regional.
Komentar 0