Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak berhasil mengatur pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump selama Sidang Umum PBB di New York pada 24 September. Meskipun ada rencana untuk bertemu dengan beberapa pemimpin negara lain, Netanyahu tidak memiliki agenda dengan pemimpin AS atau tokoh politik penting lainnya. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Israel, terutama setelah agresi terhadap Palestina dan pengakuan negara Palestina oleh beberapa negara Barat.
Isolasi internasional Israel semakin terasa, dengan beberapa negara memberlakukan sanksi terhadap pemukiman ilegal di Tepi Barat. Mantan duta besar Israel menilai kunjungan ini sangat memalukan bagi Netanyahu, yang kini menghadapi tantangan politik menjelang pemilu mendatang.
Komentar 0