Prof. Dr. Ir Ni Luh Kartini M.S.
dari Universitas Udayana mengingatkan pentingnya menyelesaikan masalah sampah di desa Bali untuk mengurangi pemborosan. Dengan 65% hingga 90% sampah di Bali merupakan organik, penanganan yang tepat dapat mengubahnya menjadi pupuk organik, membantu meningkatkan kualitas tanah yang saat ini kurang dari 1% bahan organik. Dia menekankan perlunya perubahan budaya dalam pengelolaan sampah dan pengaktifan TPS3R agar produk pangan tidak tercemar.
Setiap hari, Bali menghasilkan 3.463 ton sampah campuran, dengan potensi 900 ton pupuk organik yang terbuang.
Komentar 0