Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menyampaikan permohonan 21 ASN asal Kabupaten Rote Ndao yang bertugas di Papua Pegunungan untuk dipindahkan ke daerah asal mereka. Permohonan ini muncul setelah salah satu anggota keluarga mereka, Wili Mbuik, menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Johni menekankan pentingnya rasa aman bagi ASN dan keluarganya setelah insiden tersebut.
Ia telah mengajukan permohonan ini kepada Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Jakarta. Proses mutasi bagi ASN PNS dapat dilanjutkan jika memenuhi syarat, sementara ASN PPPK memiliki mekanisme berbeda. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani isu ini dan memastikan keamanan ASN yang masih bertugas di Papua.
Komentar 0