Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa luas daratan Gunung Anak Krakatau kini mencapai 341,5 hektare, melampaui ukuran sebelum longsor pada Desember 2018 yang hanya 300 hektare. Setelah bencana tersebut, luas daratan menyusut menjadi 246,18 hektare, namun aktivitas erupsi berkelanjutan telah memicu pertumbuhan kembali. Data terbaru menunjukkan bahwa sejak 2019, Anak Krakatau mengalami fase rekonstruksi dengan perubahan morfologi dan gaya erupsi.
Peneliti mengingatkan bahwa pertumbuhan tidak simetris, dengan sektor barat daya yang lebih aktif dibandingkan timur laut, yang berdampak pada kestabilan lereng gunung.
Komentar 0