Al Jazeera menolak kritik yang dilontarkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terhadap jaringan tersebut dalam pidatonya di Sidang Umum PBB. Jaringan media ini menyebut pernyataan Netanyahu sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan Israel terhadap Al Jazeera dan jurnalisnya. Dalam pidatonya, Netanyahu menyebut Al Jazeera sebagai salah satu "media beracun" yang berusaha membangkitkan kebencian terhadap Israel.
Al Jazeera menegaskan bahwa retorika tersebut mengancam keselamatan jurnalisnya yang bertugas di lapangan, terutama di Gaza, di mana lebih dari 270 jurnalis telah terbunuh. Jaringan ini juga menyoroti bahwa tindakan Israel tidak hanya menargetkan Al Jazeera, tetapi juga mengancam hak setiap orang untuk mendapatkan informasi yang akurat dan independen.
Komentar 0