Petani di Cianjur menghadapi kesulitan akses air untuk pertanian akibat kemarau panjang yang mengeringkan sungai dan saluran air. Mereka terpaksa berburu air hingga ke curug di kaki Gunung Gede-Pangrango. Sejak empat bulan lalu, debit air berkurang drastis, memaksa petani membersihkan saluran air dan membangun bak penampungan untuk menyimpan air.
Upaya ini dilakukan secara gotong royong untuk memastikan kebutuhan air bagi ladang dan rumah tangga. Meskipun kekeringan parah, petani masih berusaha menjaga tanaman agar tetap tumbuh, meski harus membatasi penyiraman. Di sisi lain, petani di Desa Sukatani masih memiliki akses air bersih berkat pemeliharaan sumber mata air yang baik.
Ketua Sukarelawan Indonesia Pembela Alam menyatakan bahwa perubahan iklim dan kemarau berkepanjangan menjadi penyebab utama hilangnya sumber air. Solusi seperti sumur bor dan embung diharapkan dapat membantu mengatasi masalah ini.
Komentar 0