Ethiopia kembali menghadapi ancaman perang saudara setelah pasukan Tigray melancarkan serangan ke wilayah Afar dan Amhara. Tujuh kelompok bersenjata, termasuk TPLF, membentuk aliansi untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed. Situasi semakin memanas dengan serangan artileri dan penguasaan bandara oleh TPLF, menyebabkan kekhawatiran akan terulangnya konflik besar seperti yang terjadi antara 2020-2022.
Warga di Tigray mulai menimbun makanan dan uang tunai, mengingat pengalaman pahit perang sebelumnya. Pihak militer Ethiopia mengklaim telah menggagalkan serangan dan mengklaim banyak pejuang lawan tewas atau ditangkap. Perkembangan ini menunjukkan perubahan aliansi yang signifikan dibandingkan dengan perang sebelumnya, dengan Eritrea kini diduga mendukung TPLF.
Ketua Uni Afrika menyerukan perundingan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Komentar 0