Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan pentingnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dalam acara di Universitas BINUS. Ia menyebut AS sebagai mitra dagang dengan surplus terbesar bagi Indonesia, mencapai US$18,11 miliar pada 2025. Budi menegaskan bahwa Indonesia telah berusaha selama 30 tahun untuk mencapai perjanjian dagang dengan AS dan baru berhasil dengan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) di era Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga mengingatkan pentingnya literasi media bagi masyarakat, terutama mahasiswa, untuk membedakan berita yang benar dan hoaks.
Komentar 0