Konsultan global Arup menilai bahwa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dapat dibangun dalam waktu 1 hingga 3 tahun, mendukung target pengembangan PLTS 100 gigawatt (GW) di Indonesia. John Ammentorp, Global Energy Leader Arup, menyatakan bahwa realisasi target ini memerlukan kepastian investasi, ketersediaan lahan, dan kesiapan jaringan listrik. Data mengenai aliran energi sangat penting untuk menentukan lokasi pembangkit dan mengidentifikasi potensi hambatan dalam jaringan.
Indonesia memiliki sumber daya energi surya yang kuat, dan kombinasi berbagai sumber energi diperlukan untuk membangun sistem kelistrikan yang stabil. Pemerintah menargetkan pengembangan PLTS 100 GW dalam tiga tahun ke depan, dimulai dengan peluncuran 14 PLTS di enam provinsi.
Komentar 0