Uni Eropa (UE) dan negara-negara Asia Tenggara mendekati tahap akhir perundingan kesepakatan perdagangan bilateral, dengan target penandatanganan kesepakatan dengan enam dari 11 negara ASEAN pada pertengahan tahun depan. Perjanjian perdagangan bebas dengan Singapura dan Vietnam sudah berlaku, sementara negosiasi dengan Indonesia ditargetkan selesai pada Oktober. UE juga telah mencapai kesepakatan substansial dengan Filipina dan melanjutkan perundingan dengan Thailand dan Malaysia.
Perdagangan barang antara UE dan Asia Tenggara mencapai 274,9 miliar euro pada tahun lalu, menjadikannya mitra dagang terbesar ketiga UE di luar Eropa. Pertumbuhan ekonomi ASEAN yang pesat dan upaya perusahaan multinasional untuk diversifikasi produksi menjadikan pasar Asia Tenggara semakin menarik bagi perusahaan Eropa. Namun, perbedaan kondisi ekonomi di negara-negara ASEAN masih menjadi tantangan dalam mencapai kesepakatan antarkawasan.
Meskipun belum ada prospek untuk kesepakatan penuh antarkawasan, penyelesaian kesepakatan bilateral akan memberikan akses perdagangan preferensial bagi UE. Chris Humphrey dari EU-ASEAN Business Council menekankan pentingnya kesepakatan bilateral sebagai langkah awal menuju kerangka ekonomi antarkawasan yang lebih kuat.
Komentar 0