Riset Zero Carbon Analytics mengungkap bahwa krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz mendorong Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara untuk mempercepat kebijakan energi terbarukan. Peneliti Senior ZCA, Amy Kong, menyatakan bahwa kebijakan energi bersih kini lebih diutamakan dibandingkan bahan bakar fosil. Di Indonesia, terdapat lima kebijakan energi terbarukan dan target penambahan 100 GWp tenaga surya dalam tiga tahun ke depan.
Selain itu, insentif untuk kendaraan listrik juga sedang disusun, dengan harapan dapat mendukung transisi energi yang lebih bersih.
Komentar 0