Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam membangun perdamaian di Aceh dan Maluku sebagai contoh dialog inklusif di forum PBB. Dalam Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Pembangunan Perdamaian (PBC) di New York, Sugiono menekankan pentingnya investasi jangka panjang dalam pembangunan perdamaian yang melibatkan pencegahan, pemulihan, dan rekonsiliasi. Ia juga menyatakan bahwa pembangunan perdamaian harus dipimpin oleh negara yang bersangkutan, dengan dukungan dari PBC yang menyediakan keahlian dan sumber daya.
Sugiono mendorong pemanfaatan data dan teknologi untuk meningkatkan efektivitas respons pembangunan perdamaian dan mengajak kerjasama lebih lanjut untuk mencapai perdamaian berkelanjutan.
Komentar 0