Tiongkok kini diakui sebagai kekuatan besar dalam bidang robotika, dengan adopsi robot yang pesat di berbagai industri. Sekjen IFR, Susanne Bieller, menyatakan bahwa pasar domestik yang besar dan strategi nasional yang mendukung pengembangan robotika serta kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor pendorong utama. Laporan terbaru IFR menunjukkan Tiongkok memasang 354.000 robot industri pada 2025, meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya dan menyumbang 59 persen dari instalasi global.
Permintaan robot di Tiongkok didorong oleh modernisasi industri, perubahan demografis, dan kebijakan industri yang kuat. Bieller menekankan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok semakin kompetitif, dan ada peluang besar di berbagai sektor untuk mengadopsi teknologi otomasi. Proyeksi menunjukkan pasar robot industri Tiongkok akan tumbuh rata-rata 5 hingga 10 persen hingga 2029, dengan pemasok domestik menguasai sekitar 55 persen pangsa pasar pada 2025.
Komentar 0