Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menekankan pentingnya efisiensi distribusi, transparansi data, dan kecepatan intervensi pasar untuk mencegah gejolak harga pangan. Inflasi pangan bergejolak pada Agustus 2026 tercatat 4,06 persen, meningkat dari 2,52 persen pada Juli 2026, dengan kenaikan harga pada komoditas seperti daging ayam dan cabai. Esther menyarankan pemangkasan jalur distribusi dan penguatan infrastruktur logistik serta teknologi rantai dingin untuk mengurangi biaya dan kehilangan pangan.
Selain itu, digitalisasi sistem informasi pangan dan pengawasan oleh Satgas Pangan diharapkan dapat mencegah praktik kartel dan spekulasi. Pemerintah juga diminta untuk memperkuat cadangan pangan dan melakukan intervensi pasar yang terukur.
Komentar 0