Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan kemunculan dua daratan baru di dekat Gunung Anak Krakatau setelah serangkaian erupsi pada September 2026. Pulau baru ini terdeteksi di sektor barat laut dan tenggara, berjarak masing-masing 760 meter dan 495 meter dari pesisir. Pembentukan daratan ini dihubungkan dengan erupsi yang terjadi pada 4-6 September, yang menyebabkan aliran lava menambah luas gunung api hingga 32,8 hektare.
Meskipun sudah terkonfirmasi, Badan Geologi masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk menentukan status kedua pulau tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah utama dan 1 kilometer dari pulau baru, serta tidak mempercayai isu hoaks terkait tsunami. Edukator mitigasi bencana menyatakan bahwa daratan baru ini merupakan endapan material vulkanik, bukan gunung api baru, dan pembentukannya dipengaruhi oleh faktor geologis dan oseanografis.
Komentar 0