Bank Indonesia (BI) masih mencetak uang rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan mantan Gubernur BI Perry Warjiyo. Meskipun keduanya tidak lagi menjabat, pencetakan uang tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat. BI memastikan bahwa uang tersebut tetap sah sebagai alat pembayaran, terlepas dari pergantian pejabat.
Proses pencetakan dilakukan secara bertahap, dan BI berkolaborasi dengan pemerintah untuk menentukan proyeksi kebutuhan uang beredar.
Komentar 0