Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, adalah langkah penting untuk menghargai sejarah lahirnya bahasa Indonesia dari bahasa Melayu. Tito mengapresiasi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, atas keberanian merealisasikan proyek ini meskipun dengan anggaran terbatas. Museum ini diharapkan menjadi tempat edukasi dan memperkuat identitas kebangsaan.
Proyek ini, yang ditargetkan selesai pada akhir 2027 dengan anggaran Rp101 miliar, juga mengenang jasa Raja Ali Haji, tokoh penting dalam pengembangan bahasa Melayu dan Indonesia.
Komentar 0