Kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi Gaza diperkirakan mencapai $71,5 miliar, menurut laporan terbaru dari Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD). Laporan tersebut menyebutkan bahwa Gaza mengalami krisis ekonomi terparah di dunia akibat 59 tahun pendudukan Israel, yang telah menyebabkan 90% populasi usia kerja menganggur. Sejak perang yang diluncurkan Israel pada Oktober 2023, kerusakan ekonomi semakin parah, dengan 92% fasilitas ekonomi rusak atau hancur.
Kebutuhan rekonstruksi mencakup sektor perumahan, kesehatan, dan pertanian, dan memerlukan bantuan internasional besar-besaran untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur. Laporan juga mencatat bahwa pendapatan yang ditahan oleh Israel telah memperburuk tekanan fiskal pada Otoritas Palestina, mengancam layanan dasar dan stabilitas sistem keuangan.
Komentar 0