Di Sudan, keluarga-keluarga menghadapi kesulitan akibat perang yang berkepanjangan dan inflasi yang meroket. Aisha, seorang penjual teh di Port Sudan, menggambarkan bagaimana harga barang pokok seperti roti dan gula melonjak, sementara pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Inflasi tahunan mencapai lebih dari 41 persen, dan nilai pound Sudan terus merosot, membuat biaya hidup semakin tinggi.
Para analis menyerukan reformasi ekonomi dan peningkatan produksi domestik untuk membantu stabilisasi ekonomi, tetapi banyak keluarga sudah terpaksa mengurangi makanan dan menunda perawatan kesehatan.
Komentar 0