Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menekankan pentingnya pendanaan untuk pelatihan vokasi guna mengurangi kesenjangan keterampilan di Indonesia. Dengan 36 persen kesenjangan keterampilan dan 7 juta pengangguran, Bob menyebut perlunya komitmen pendanaan dari negara dan dunia usaha. Saat ini, anggaran pelatihan vokasi untuk lebih dari 100 juta tenaga kerja kerah biru sangat minim, kurang dari Rp1 triliun per tahun, dibandingkan dengan dana pendidikan Rp180 triliun yang lebih banyak dialokasikan untuk tenaga kerja kerah putih.
Bob menegaskan bahwa investasi dalam pelatihan terbukti memberikan imbal hasil tinggi dan mendesak pemerintah untuk mengadopsi model intervensi berbasis kompetensi agar pekerja tidak terjebak dalam upah rendah dan sektor informal.
Komentar 0