Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pertumbuhan penggunaan uang tunai di masyarakat mulai melambat akibat meningkatnya pembayaran digital. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan bahwa pergeseran ini terlihat dari banyaknya penggunaan layanan pembayaran digital seperti QRIS, yang kini digunakan oleh 67 juta orang atau sekitar seperempat dari total penduduk Indonesia. Meskipun demikian, BI tetap memastikan ketersediaan uang tunai karena masih ada wilayah yang belum memiliki akses digital yang merata.
Destry menekankan pentingnya uang tunai di daerah terpencil dan terluar yang masih bergantung pada transaksi fisik, serta tantangan akses sinyal di beberapa lokasi.
Komentar 0