Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengapresiasi pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Ia menilai proyek ini penting untuk merawat sejarah bahasa Indonesia dan mengenalkan asal-usulnya kepada generasi mendatang. Tito menjelaskan bahwa bahasa Melayu memiliki peran historis dalam perkembangan bahasa Indonesia dan berfungsi sebagai alat komunikasi antarsuku di Indonesia yang beragam.
Pembangunan ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda dan memperkuat posisi Pulau Penyengat dalam sejarah bahasa dan kebudayaan Indonesia. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menambahkan bahwa museum ini ditargetkan selesai pada akhir 2027 dengan anggaran sekitar Rp 101 miliar.
Komentar 0