PT KAI mengusulkan untuk mengimpor kereta rel listrik (KRL) bekas pakai dari luar negeri guna mengatasi krisis armada KRL Jabodetabek yang diperkirakan akan terjadi antara 2026 hingga 2029. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa saat ini KRL Jabodetabek dipadati hingga 480 orang per gerbong, melampaui kapasitas ideal 360 orang. KAI memperkirakan akan ada kekurangan 22 trainset pada 2026 dan total 87 trainset yang perlu diganti hingga 2031.
Sementara itu, produksi KRL dalam negeri melalui PT Industri Kereta Api (INKA) belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan, sehingga impor KRL bekas dianggap sebagai solusi jangka pendek.
Komentar 0