Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini memungkinkan manusia untuk mendekati impian memahami bahasa hewan. Proyek Earth Species Project (ESP) dengan model AI NatureLM-audio berfokus pada analisis pola komunikasi hewan melalui jutaan data suara dan perilaku. Penelitian di Spanyol menunjukkan kemampuan AI dalam menganalisis suara burung gagak, sementara Project CETI mempelajari komunikasi paus sperma.
Meski AI dapat menemukan pola komunikasi, para ahli menekankan bahwa teknologi ini bukanlah penerjemah bahasa hewan secara harfiah. Pemahaman yang menyeluruh tetap memerlukan pengamatan perilaku dan konteks lingkungan, serta peringatan terkait risiko penggunaan AI dalam komunikasi dengan hewan.
Komentar 0