Masuk

Pimpinan Ponpes di NTB Minta Rekaman Pelecehan Seksual Tak Diviralkan

Ahmad Imanuddin Sumar, pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat di NTB, mengundurkan diri setelah rekaman suaranya viral, berisi permintaan agar dugaan pelecehan seksual tidak diungkap. Rekaman tersebut muncul setelah investigasi dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati. Ketua Lembaga Perlindungan Anak Mataram, Joko Jumadi, mengonfirmasi bahwa rekaman itu berasal dari santri bernama Yusron, yang mengumpulkan bukti.

Abah membantah tuduhan dan berencana melaporkan Yusron atas pencemaran nama baik. Ia menyatakan mundur agar proses belajar di ponpes tetap berjalan normal dan menegaskan bahwa masalah ini bersifat pribadi, tidak terkait dengan ponpes.

Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita untukmu

Masuk ke senci

Baca bebas tanpa akun. Masuk untuk menyukai, berkomentar, & personalisasi.
atau pakai email

Pilih minatmu

Biar "Untuk Anda" pas dengan seleramu.
πŸ“„ Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar