Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan sistem digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) yang menggunakan teknologi biometrik wajah. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa sistem ini bertujuan untuk mengakurasi data penerima bansos dengan mengintegrasikan data kependudukan dan informasi dari kementerian/lembaga lain. Uji coba telah dilakukan di Banyuwangi, yang menunjukkan bahwa hampir 70% penerima bansos di daerah tersebut tidak tepat sasaran.
Targetnya, sistem ini akan diperluas ke lebih dari 200 kabupaten/kota pada akhir tahun ini. Meskipun demikian, tidak semua penerima bansos yang ada saat ini diwajibkan untuk melakukan scan wajah.
Komentar 0