Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah mencapai 67 juta pengguna, yang berarti sekitar 25% dari penduduk Indonesia memanfaatkan sistem pembayaran digital ini. Destry menyatakan bahwa adopsi QRIS menunjukkan preferensi masyarakat yang semakin condong ke pembayaran digital, terutama di sektor ritel. Meskipun demikian, Bank Indonesia tetap menekankan pentingnya pembayaran tunai dan memastikan bahwa merchant harus tetap menerima uang tunai bagi masyarakat yang memilih metode tersebut.
Meskipun penggunaan uang kartal masih tumbuh, laju pertumbuhannya mulai melambat seiring dengan meningkatnya transaksi digital, terutama di daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh infrastruktur digital.
Komentar 0