Bank Indonesia (BI) mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah pada 24 September 2026, dengan nilai mencapai Rp17.900 per dolar AS. Tekanan ini disebabkan oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS, meningkatnya kebutuhan dolar oleh importir, dan ketidakpastian konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi harga minyak. BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar dengan melakukan intervensi di pasar dan memperkuat strategi operasi moneter.
Meskipun terdapat tekanan, cadangan devisa Indonesia tetap memadai, mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.
Komentar 0