Pada perdagangan Kamis (24/9/2026), mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, dengan rupiah mengalami penurunan paling dalam sebesar 0,59% ke Rp17.900/US$. Hanya yen Jepang dan dong Vietnam yang mampu menguat, masing-masing naik 0,24% dan 0,03%. Meskipun indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,09%, posisi tetap di atas level 100 akibat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Federal Reserve.
Kenaikan suku bunga yang hawkish dan data ekonomi yang kuat mendukung penguatan dolar AS, sementara harga minyak juga menjadi perhatian karena potensi inflasi.
Komentar 0