Pasar keuangan Indonesia menunjukkan penguatan pada Rabu (23/9/2026), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,56% ke level 6.374,91 setelah sebelumnya mengalami penurunan. Volume perdagangan mencapai 36,8 miliar saham, meskipun investor asing masih melakukan aksi jual. Penguatan IHSG didorong oleh sektor barang konsumen primer dan energi, sementara rupiah juga menguat terhadap dolar AS, ditutup pada Rp17.795/US$.
Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 10 tahun turun menjadi 7,008%. Di sisi lain, pasar saham AS mengalami penurunan akibat kekhawatiran akan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Oktober mencapai lebih dari 66%.
Pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga dan kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS.
Komentar 0