Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan kendala dalam menutup jalur perlintasan langsung (JPL) kereta api yang tidak dijaga. Dari total 3.674 perlintasan sebidang, terdapat 1.810 JPL yang tidak dijaga, di mana 1.404 di antaranya telah diverifikasi sebagai fokus penanganan. KAI menargetkan 190 JPL untuk peningkatan keselamatan pada 2026 dan telah menutup 172 perlintasan.
Bobby menjelaskan bahwa tantangan utama adalah masyarakat yang mengoperasikan JPL secara swadaya. KAI juga menyiapkan sistem pengamanan seperti palang pintu otomatis dan mendapatkan dukungan anggaran Rp1,1 triliun dari pemerintah untuk penanganan ini, dengan target rampung pada 2027.
Komentar 0