Seiring dengan kemunculan perangkat pengganti smartphone berbasis kecerdasan buatan, seperti kacamata pintar, muncul kekhawatiran serius mengenai privasi. Banyak yang khawatir kacamata pintar dapat disalahgunakan untuk merekam secara rahasia, mengancam hak anonimitas dan persetujuan pengambilan gambar. Di Inggris, beberapa tempat mulai membatasi penggunaan kacamata pintar akibat masalah privasi ini, sementara gugatan hukum terhadap Meta dan Luxottica terkait privasi pengguna juga telah diajukan.
Meskipun beberapa perusahaan, seperti Samsung dan Even Realities, berusaha menjawab kekhawatiran ini dengan produk yang lebih aman, kontroversi mengenai privasi tetap menjadi isu yang perlu diperhatikan.
Komentar 0