Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,65 persen secara tahunan pada Agustus 2026, didorong oleh kredit investasi yang tumbuh 25,11 persen. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan bahwa intermediasi perbankan kembali meningkat dengan ketahanan industri perbankan yang terjaga. Ruang penyaluran kredit masih terbuka, didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,94 persen.
BI juga menerapkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit, dengan insentif likuiditas mencapai Rp461,2 triliun hingga awal September 2026. Selain itu, transaksi ekonomi dan keuangan digital juga mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, tumbuh 40,36 persen secara tahunan.
Komentar 0