Banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, Sumatra Barat pada Senin malam (21/09) mengakibatkan satu orang tewas, lima lainnya luka-luka, dan puluhan rumah serta kantor pemerintah rusak. Hingga Rabu (23/09), 36 warga masih mengungsi di rumah dinas Wakil Bupati. Satu orang dinyatakan hilang, dengan fokus penanganan saat ini adalah pencarian dan pembersihan material.
Affan Alqadri, salah satu saksi, kehilangan adiknya, Daffi Arahman, yang ditemukan meninggal setelah terpisah saat banjir. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyatakan bahwa masa tanggap darurat akan berlangsung selama 14 hari, dengan prioritas pada kebutuhan masyarakat.
Komentar 0