Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menjelaskan keluhan penumpang mengenai AC KRL yang tidak dingin. Ia mengungkapkan bahwa kapasitas AC pada kereta baru KAI mencapai 6.000 kilokalori per jam, lebih besar dibandingkan AC kereta eks-Jepang yang hanya 4.200 kilokalori per jam. KAI berencana melakukan peremajaan pada kereta-kereta tersebut untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Bobby juga menyoroti masalah kepadatan penumpang yang mencapai 1,1 juta orang per hari, dengan tingkat kepadatan di jalur tertentu seperti Rangkasbitung mencapai lebih dari 160 persen. KAI berencana meningkatkan sistem persinyalan untuk mengurangi waktu jeda perjalanan dan menambah gardu traksi untuk meningkatkan kapasitas angkut.
Target KAI adalah meningkatkan kemampuan angkut KRL Jabodetabek hingga 2 juta penumpang per hari dalam beberapa tahun ke depan, dengan berbagai pembenahan infrastruktur dan teknologi yang sedang direncanakan.
Komentar 0