Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan pertemuan antara pemimpin perusahaan kecerdasan buatan (AI) dari Amerika Serikat dan China untuk membahas risiko teknologi AI terhadap keamanan internasional. Pertemuan ini akan melibatkan perusahaan seperti DeepSeek dari China dan OpenAI dari AS, serta dihadiri oleh 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, sebelumnya memperingatkan tentang risiko besar yang ditimbulkan oleh perkembangan AI yang cepat.
Diskusi ini mencerminkan kekhawatiran global tentang pengendalian teknologi yang semakin kuat, meskipun terdapat perbedaan pandangan antara AS dan China mengenai perlunya regulasi. Perdebatan ini berlanjut di tengah upaya untuk menjaga dialog bilateral mengenai keselamatan AI.
Komentar 0