Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengungkapkan bahwa luas kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam. Saat ini, Indonesia memiliki 24 KEK dengan luas lahan di bawah 500.000 hektare, sedangkan kedua negara tersebut telah mengembangkan KEK lebih dari 2 juta hektare. Airlangga menekankan bahwa pengembangan KEK di Malaysia dan Vietnam lebih agresif.
Selain itu, beberapa KEK di Indonesia menunjukkan rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, yang berada di angka 6%. Untuk itu, pemerintah berencana memperkuat investasi dan mengembangkan KEK tambahan guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Komentar 0