Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah memperkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk mengubah paradigma pendidikan madrasah. Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Junaidin, menjelaskan bahwa KBC bertujuan untuk menciptakan interaksi yang lebih empatik dan berkarakter dalam proses belajar mengajar. Dalam pendekatan ini, peserta didik diharapkan dapat berpikir kritis dan berkolaborasi, serta mengamalkan nilai-nilai keagamaan.
Keberhasilan kurikulum ini diukur dari suasana belajar yang aman dan inklusif, bukan hanya dari dokumen administrasi. Junaidin menekankan pentingnya pelatihan bagi tenaga pendidik untuk mengintegrasikan nilai-nilai KBC dalam praktik kelas, sehingga dapat membentuk karakter dan toleransi peserta didik di Sulawesi Tengah.
Komentar 0